Selasa, 11 September 2012
Bukan Karena ARSENAL!!!
Konsekuensi jadi pemerhati, penikmat, pecinta klub itu sebenarnya tidak serumit yang kita liat dan bayangkan selama ini. Harus punya jersey KWAsuper Thailand mungkin, atau harus mengaku-aku identitas dirinya di hadapan semua orang, atau update status di segala macam media sosial tentang itu. Mungkin cukup tahu tentang sepakbola dan dunianya, serta tentang klub itu. Namun substansi utama dari segala sesuatu ini itu NONTON-nya!!! Ya, saat itu lah Sang Klub giliran memberikan hati, cinta ke para fans dengan suguhan permainan serta kemenangannya.
Secara panjang, liquid dan rumit pada hari minggu kemarin sy berusaha menyempatkan waktu yg sebenarnya memang sangat lowong (lah, apa nya yg disempatkan?). Dengan segala teknik planning ala seorang yang katanya mahasiswa, jadwal sudah okesip diatur. Ya, kenapa harus diatur? karena ada yg harus diatur. Apa itu, Teman sohib yang mengaku saudara saya DWI REZKYADI @D_Rezkyadi A.K.A ATONG sudah mau berpulang ke..... Bandung. Itu bukan lagi sebuah keharusan atau kewajiban untuk menemani beliau hingga sampai ke tempat lepas landas Sultan Hasanuddin, tapi kata para aktivis filsuf Islam itu sudah bersifat Fitrawi. Tsah.
Plan teknis nya begini :
18.30 - 19.00 Berangkat ke Asrama Jubel. Silaturahmi.
19.00 - 19.20 Silaturahmi dgn Ibu Keluarga Asrama. (Include Golla gombal, Calla mengejek Atong)
19.20 - 19.30 Cengkrama ttng masakan Ibu yang enak, goal : diajak makan malam #okesip.
19.30 - 20.15 *Jika yg diatas berhasil, Makan malam serta silaturahmi dgn penghuni asrama.
20.15 - 20.30 Ke lokasi nobar Arsenal vs Liverpool.
20.30 - 22.00 Nonton + pesan makanan yang banyak karena dijanji traktir Atong.
22.00 - 22.20 Ke Bandara Sultan Hasanuddin
22.20 - 22.25 Say Goodbye, seakan-akan sedih terharu.
Ya, plan sudah matang. Sisa Dilaksanakan.!! Siap KomandanG!!
Singkat cerita, karena saya dibina sebagai mahasiswa planner yang handal, Plan hingga "Nonton + pesan makanan yang banyak karena dijanji traktir Atong." berhasil. Termasuk pesan Milkshake + PisangGoreng + Roti Bakar. Mantap.
Saat itu, saya sangat terbawa suasana. Bagaimana tidak, "tak pernah team" sedang unggul saat itu 1-0. Kenapa julukannya "tak pernah team"? karena ya memang Arsenal tak pernah apa2 2 pertandingan sebelumnya. Tak menang dan tak kalah.
Dengan style santai kayak dipantai duduk di atas lantai, saya berusaha menenangkan gejolak Atong yg sdh ingin beranjak ke bandara. Keep Calm and Minum Milkshake, SLURPP!!
Tak terasa waktu, tak terasa permainan, sudah 2 - 0 ternyata. Ya makin semangat nonton, kemenangan pertama segera diraih! Semangat ini pun dirasakan oleh Atong, ya semangat ingin menghantam saya.
Tiba-tiba sesosok geribo datang di lokasi. Ya itu Pai @paipandin . Datang menghantui kami.
Tujuan dia? Untuk menemani Atong di detik-detik terakhirnya bersama kami. dan yg lebih primer untuk mengingatkan bahwa kami harus segera ke bandara.
Ada gula ada semut, ada sebab ada akibat. ada pai ada saya (maaf tdk relevan)
Mereka berhasil mengganggu saya yang tengah semangat ini. Mereka berhasil menghasut diri untuk segera berangkat. Sekali lagi, saya berusaha menenangkan mereka yg sudah kayak cacing kedinginan. Oke nurani sudah goyah, mari kita caww ke bandara!
Sangat terngiang di ingatan menit-menit peristiwa itu berlangsung.
22.10, sy meninggalkan parkiran.
22.15, msuk pintu tol.
22.25, msuk bandara.
Sebenarnya moment-moment nya tak sesederhana itu. Di perjalanan sy sudah mulai ikut cemas memikirkan mengenai tiket ini. Selama ini saya selalu pake tiket jadi, ya tidak dibooking, ya tidak usah diprint out lg. Dengan atong? Ya itu tiket booking. WADOW!!! *alaSketsaTransTv
Tak pelak, mobil dipacu hingga 150km/jam. Tak biasa, dan tak pernah. Saya dan Atong keringat dingin, karena pake AC.
Momen-momen setelah itu sangat cepat berlalu, tiba di parkiran bandara pukul 22.35. Ya dan penerbangan harus nya 22.45. Dumba' kah kami? Ya sangat!!
Secara involunteer saya segera melempar barang-barang si Atong dan menendang nya segera msuk. Saya secara gesit sambil mengingat pelajaran skill lompat jauh di SMA segera melihat layar jadwal penerbangan. Masih berharap ada tulisah "Delayed".
Namun ada ketidaksesuaian antara ide dan realitas, MASALAH!.
Tertera "Last Call" sementara semua nya belum beres, belum print tiket, belum check in. Sementara Atong jalan dengan sangat pelan menatap saya dengan muka pasrah. Oke, jgn panik.
Hufft.
Atong masuk, saya dan Pai diluar. Berbincang-bincang. Idealnya, Pai memberi support ke saya, mungkin dengan kalimat penyemangat bahwa Atong msh bsa berangkat. Tapi Pai sepertinya realistis, dia bilang "Wah pasti mi ketinggalan Atong ituu. Siapkan mi uang mu ca'. Tidak ada itu uangku Inul, ha ha ha"
Sangat tidak membantu, menghancur leburkan jiwa ini. Alhasil saya sangat dumba' gleter. Sampai duduk gembel di aspal bandara.
Tetap menunggu kabar dari Atong, berharap yang terbaik, Caileh.
Tiba-tiba BBM masuk.
JEGGERR!!! GLEDEKKKK!!!
Jiwa terpecah belah, memikirkan raga ini tak diberi asupan nutrisi karena uang jajan disita sebulan. Pasrah namun tawakkal.
Sempat blank, kenapa ini semua menimpa diri. Apa salahku????? Sungguh momen ironi. Duduk diaspal, membayangkan Atong yg sangat sedih, sambil mengingat momen-momeng "Keep Calm" saat di Warkop. T________T
Tetap menunggu Atong mencari jalan terbaik, sambil tetap dengan jiwa yang JEGGER.
Beberapa menit berlalu, Atong keluar dari pintu. Membayangkan muka nya sangat sedih haru nyaris nangis. Tapi tak demikian. Dia cerah bahagia. Apa yang terjadi??
*Iklan minum, biar penasaran.
Oke, lanjut.
Ada sesosok perempuan berbaju merah berlogo sebuah perusahaan penerbangan dibelakangnya. Makin mendekat makin penasaran. Sangat sungguh tak asing sosok ini. Penonntonn??? iyeeee. Siapa dia?????
Ternyata dia adalah teman SMA, teman Asrama juga. Qurrata Ayun a.k.a Ayun.
Pikiran makin membaik, berusaha menerka apa yang terjadi dari clue yg ada. Clue nya:
1. Atong bahagia.
2. Ada Ayun.
3. Ayun pake seragam penerbangan.
Pikiran pertama, Atong suka juga mau berseragam itu. Tapi itu sangat tidak relevan dengan kondisi, pikiran dihancurkan. Yap betul dugaan. Atong "dibantu" oleh Ayun menghadapi masalah itu!!
Singkat cerita, Ayun membantu lobi khas "orang dalam" ke perusahaan penerbangan, agar bisa dapat tiket baru dengan harga "upgrade" yg murah. itu berhasil!!
Sebenarnya sangat banyak nilai-nilai yang ada saat itu, tapi jangan lah dipublish. #kode Atong Pai.
ALHAMDULILLAH!!
Itu ucapan yg terus terucap dibibir juga dihati. Tsah.
Sunggu syukur yang terus keluar dari jiwa dan raga.
Endingnya, Setelah itu saya dan Atong nginap di rumah Pai dekat dari bandara, karena Atong dapat tiket pukul 07.00.
Tolong yakinkan saya, ini bukan karena Arsenal kan??
Sabtu, 30 Juni 2012
Bapak Tua
Kegiatannya harusnya luarbiasanya. Pemateri nya mantap-mantap. 2 dari nya dari teman sejawat. Ada Pakar Neurologi (tdk paham? itu artinya saraf, ha ha), ada pakar Gizi, juga yg spesial ada Bapak tua yg memang betul tua. dari fisik awalnya.
Bapak itu sebenarnya pemateri pengganti dari seorang guru besar sebuah universitas negri di Makassar. Kata-nya bapak itu lebih senior dr yg diganti. makanya saya juga heran, tak berlaku hukum senioritas di dunia pemateri. Bapak itu datang dengan pakaian sederhana. Kemeja kaos berwarna kuning kusam, celana kain, dan sendal khas bapak-bapak. Beliau datang dengan sebuah buku tulis kecil lengkap dengan pulpen-nya. Buku nya tampak kusam, seperti sering dibuka, ditulis dan dipakai. Produktif sepertinya kata seorang teman saya.
Bapak itu katanya penulis rutin di sebuah koran ternama di Makassar. Tidak hanya itu, bapak itu adalah pemerhati sejarah. Sejarah Indonesia, sejarah Toraja, sejarah Belanda, sejarah Bugis juga. Memang sejarah itu banyak, termasuk ceritanya, tergantung subyek nya. Nah itu juga yang menarik, bapak itu seorang Nasrani. Pasti heran kenapa jadi pemateri di HmI? Karena mungkin beliau lebih mengerti Islam daripada kita? Karena mungkin ini dialog multidimensional?
Ya, dialog terbukan akhirnya mulai.
Dimulai dari pemaparan tentang sistem neurologi terkhusus otak dalam kehidupan ini. Lalu peran penting nutrisi baik dalam menciptakan manusia mantap. hingga pemaparan luas oleh Bapak tua ini.
Mulai memaparkan tentang sejarah nya dlu waktu sekolah oleh belanda atau di belanda. Saya juga kurang menyimak. Ya, sempat banyak aktif konsentrasi pada yang lain juga. Banyak tamu waktu itu.
"Seorang pastor pernah bertanya kepada ku, "Pak, kok sudah lama ini saya tak pernah melihat bapak masuk gereja?" saya jawab, "Sebelum saya jawab pertanyaan bapak pastor, sya mau tanya dlu ke bapak, Apakah gereja pernah keluar dari hati ku?"
Sempat memikirkan apa kode makna yg tersirat di cerita oleh bapak itu. Banyak, sangat multikode.
Setelah sesi pertanyaan selesai, dialog terbuka juga berakhir.
Bapak tua ini ingin pulang. juga yang lain. Tadi bapak ini berangkat dengan taksi ke lokasi dialog. Tapi kali ini saya yang akan mengantar beliau pulang.
Diawal perjalanan, bapak ini bilang, ingin menjenguk anaknya yang sudah berkeluarga, seorang dokter juga katanya, yang akan menjalani operasi kista. Harus hari ini jenguk nya katanya, karena beliau akan berangkat ke jakarta besok pagi juga untuk menjenguk anaknya yang akan sekolah di amerika.
Lalu untuk memastikan tujuan, bapak tua menelpon anaknya apakah dia ada di rumah atau tidak. Mungkin agak ribet menempelkan telinga ke handphone, bapak pake loudspeaker, saya dengar pembicaraan.
Sempat terenyuh, diam, dan mmhh bingung juga.
Oh itu dia anak yg diseberang telpon, menjawab dengan agak kurang pantas ke seorang ayah. dia sedang diluar lagi belanja, tidak di rumah. jadi katanya ayahnya pergi saja cari makan dan keliling2 kota (sendiri) saja dlu.
Bapak tua lalu meng-iya-kan, dan bilang lagi agar anaknya hati-hati di jalan. ttuuuutttt. call disconnected.
Kembali terenyuh, terdiam, refleksi diri.
Lanjut perjalanan, beliau sangat aktif, berbanding terbalik dengan fisiknya, tiada capek. Beliau dengan semangat membicarakan banyak hal. Mulai dari keluarga nya sampe Pancasila.
Katanya semua hal mikrobiologi itu indah.
Katanya tidak memilih itu adalah sebuah pilihan.
Katanya Pancasila sangat tidak filosofik, kenapa "WALAUPUN berbeda tetap satu", tapi harus nya "JUSTRU berbeda tetap satu".
Katanya tahu, kenal, dan paham itu sangat berbeda.
Katanya orang Barru itu Bersahaja, tak berlebihan tak berkurangan.
Katanya sangat banyak, dan sangat bermakna berisi.
Beruntung saya malam itu yg mengantar, banyak isi pikiran dan hati baru.
Tak lama terasa, beliau ingin stop di pinggir jalan saja. Mau naik taksi saja jalan2 katanya. Dan itu sebuah instruksi.
Lalu saya henda berhenti tepat disamping taksi. Sempat dia bertanya nama ku sambil menepuk punggung. Lalu berkata "Ohhh, Inul ya, semoga sukses, tetap santun. hati-hati dijalan Nak."
Apalagi, sepanjang jalan saya memikirkan semua tentang bapak itu, juga sampai post ini saya buat.
Selasa, 08 Mei 2012
Sepeda Ayam Bakar
Sudah tidak ada penjual bakso dekat rumah, tidak ada es kelapa. tidak ada makanan siang.
Saya lapar, mau makan. Tapi ya itu, tidak ada makanan siang, yang ada malam. Di antara sekian pilihan makanan malam yang ada, Ayam Bakar unggul dr semuanya. Ayam Bakar. Ayam yang sebelum ny dimasak kunyit, dibakar, dikecapi, dibakar lagi. Luar biasa
*brb lap liur.
Oke, kering.
Sebenarnya banyak tempat jual ayam bakar. Sebenarnya ini bukan masalah tempat. Ini masalah suku. Ya, ayam bakar sudah mulai rasis. Ada ayam bakar jawa, ayam bakar bugis, ayam bakar madura dan suku2 lainnya. Tapi tidak hanya itu. Ini juga masalah persaingan individu. Ada ayam bakar Mas Jarot, ayam bakar Mas Lasdi, Ayam bakar Mbak Asih. Ayam bakar memang sesuatu yg sangat menarik, sangat menjual, hingga membuat konflik !!!
Fokus-fokus.
Saya putuskan makan ayambakar jawa, jarakny agak jauh. Tapi itulah, yang paling pas dihati juga dilidah juga dikantong sebenarnya. Biasanya, kalau sudah malam hari, saya mantap nya sepedahan. ya olahraga bgtulah. Kan siang hari jadwal padat, panas, ga mantep gtu. Ya manfaatnya banyaklah (oke, sebenarnya hemat bensin).
Lalu berangkatlah saya.
Sepedahan beberapa kilo cari ayam bakar dr rumah, melihat aktivitas antang agak lebih lambat. sungguh cepat waktu dan dunia ini.
Oh itu tampak disamping jalan, keramaian manusia, juga kendaraan. Manusia berdiri, kendaraan diparkir disamping jalan, ad juga offside msuk kejalan, bikin macet. untung malam. tidak panas. tidak emosi.
Sampai di penjual ayambakar, saya pesan, saya cium baunya, ambil pesanan, bayar, ambil kembalian, wajib itu. lalu pulang. Dengan ramah, sang mas pembakar ayam menyapa, "Terima kasih mas". Saya mau kelihatan ramah juga, makanya saya jawab, "iya sama2".
Taruh bungkusan di setir sepada, bersiap tancap pedal. Wah si mas pembakar (oke sebutannya agak aneh, tapi tidak ada kosakata lain, maaf) membuat pembicaraan tambahan. Itu msh d antang (daerah t4 tinggal sy), sya dtanya oleh mas ayam, "tinggal dmana?" sya jawab d antang, dia mengangguk tanda pasrah. Tapi sepertinya info alamat sy, sngt pntng bagi mas ayam. sya jawab lg, di makkio baji. Sya bisa tebak, mas ayam akan bilang "wah jauh ya", lngsng sya sambar berkata, "olahraga toh mas". lalu sya laju, standing dan terbang.
Kembali pulang, sya lewati jalan yg sama, lewat keramaian yg sama, oh itu tempat kondangan td. tadi belum ad musik, msh setel2 alat. Tapi tetap ramai, orang2 berdiri samping jalan, juga duduk di kendaraanny yg jga dparkir d samping jalan. Pasti ada yg menarik yg dtunggu. Musik berdentangan. tampak seorang laki nyanyi, yg spesial ada seorang wanita, dan seorang waria sedang berjoget. oh itu yg mereka tunggu.
Lanjut pulang, singgah beli teh gelas, warung dekat gerbang perumahan. warung yg sangat mengherankan sebenarnya. kenapa? Itu warung, ibu pnjualnya sangat luar biasa acuh, nada suara, ekspresi, serta gelagat emosi trus. tak ramah. tapi warung ny ttp ramai. Itu lah namanya rejeki. Ya rejeki dan JODOH memang sudah diatur. Alhamdulillah.
ditulis ditengah keramaian teman sedang istirahat. Sedang lapar. Pas.
Minggu, 08 April 2012
Pelupa
Jama'ah?? ohh Jama'ah??
Itu tadi, saya hanya lg maen twitter. Tiba2 sosok bernama Andi dgn twitter @und_O (sumpah, jangan di follow, pasti nyesel!!) komplain ke saya. Dia minta pertanggungjawaban. Bukan untuk anak ku ke dia. Tapi tentang kelanjutan nasib blog ini.
Ok fine. My bad. Blog ini jadi penuh semak belukar kayak gini. Eh sori terlalu dibuat nyata.
Tapi, selamat berjumpa lagi!!
Senin, 22 Agustus 2011
Semester Baru.
Ya, ini posting pertama setelah sya hilang ingatan. Hilang ingatan ttng password blog ini. Kenapa bisa? tidak tahu, makanya hilang.
Tapi itu dulu. Lain sekarang. Sekarang sy udah ingat. Maksudnya sok-sok ingat. Padahal sangat gampang dapat passwordnya. Ya, tinggal "forgot password". Kalian tidak tahu? Kasihan.
Eh Eh Eh Eh Eh.........
Sangat sangat sangat tidak penting bahas begituan. Apalagi bulan Ramadhan *tidak nyambung. Ya lbh banyak mudarat drpada manfaatnya. Astaghfirullah.
Btw selamat menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya.
*suara2 penonton : "Woiiii lamaaa lamaaa, lamaa intoduction nya, kayak calon legislatif aja banyak bacod, cerita woiii cerita!!!!!"
Ok, sya tahu kalian mengatakan sama dgn diatas, tidak apa2, walau sya mmng niat jadi caleg, mari msuk ke cerita *absurd abis kata2nya.
Tanggal 22 Agustus 2011. Hari senin. Hari yg kutunggu kutunggu. Hari pencerahan kalo istilah anak jaman sekarang. Mau tau hari apa?? mau tahuu???? Kita lanjutkan setelah yg lewat berikut ini. Jama'ahhhh????? oohh Jama'ahh?? Alhamdulillah. *krik krik
Ok, fokus.
Ya, hari ini hari kuliah perdana buat sesmester 3. Sya punya banyak banyak sekali harapan buat semester 3 ini. Sya smpat update status ttng ini kemaren di twitter. Bunyi nya gini "sya ingin serius kuliah, ya seperti orang2 lain. bawa buku/binder, mencatat ketika kuliah, diskusi bahan2 kuliah, cari source di buku2 tebal". Sungguh ironis. Sya mahasiswa. Selama 1 tahun pertama tidak pernah melakukan hal2 di atas. (pernah beberapa kali lah). Maafkan sya, maafkan. Sya tlah menyia-nyiakan kesempatan yg ada. Sya sadar, sya bukan mahasiswa impian negara. Ya udah maaf.
Eiittssss, Tapi itu dluu....
Sekarang sya beda, sya beda!!!! GROAAMM!!!!
Bayangkan saja, di hari pertama ini sya hampir ontime saudara-saudara. Kuliah perdana mulai pukul 08.00, dan sya hadir pukul 10.15. Ya hampir sja ontime. Lumayan buat orang yg pengen berubah.
Tidak hanya itu cui, sy menyempatkan membeli sebuah buku tulis baru, yg lumayan tebal. Ya karena dari tahun lalu tidak punya, Naas. Alhasil, tas pun sangat berisi. Ada Harddisk external, sebuah buku bacaan, dan sebuah buku tulis baru. Sangat berisi. Tapi, tidak apa2, untuk seorang pemula.
Ya, sampai di ruang kelas, sya dengan lincah mengambil tempat duduk yg paling strategis buat kuliah. Ya, bukan di tempat duduk paling depan, tapi yg di dekat AC. *maklum puasa, suka yg adem2.
Kuliah perdana bagi sya, tapi kedua bagi teman2 pun dimulai. Tekad menderu-deru buat kuliah. Tak lupa menaruh buku baru di meja dan sebuah pulpen teman di atas meja. Luar biasa semangat.
Karena kebetulan sistem yg sya ikuti adalah Hematologi, sya sempat membuat definisi dari Hematologi di halaman depan buku tulis baru.
Sungguh ilmiah saudara2.
Ironis.
Ya, tak lama berselang, sya pun dengan serius mengikuti kuliah. Tapi hanya beberapa jam konsentrasi kembali buyar. Sya lalu berinisiatif untuk menyejukkan hati di luar ruangan beberapa menit, maksud sya hampir 1 jam. Dan apa yg terjadi? Dosen keluar. Dosen keluar, jam kuliah habis untuk hari ini. Bagus, mantap. Alhamdulillah.
Hikmah yg dpt dipetik : duduk lah di dekat AC. Selain adem, kalau kedinginan bisa izin buang air selama beberapa jam.
Horeee!!!
WOIIIII, Alhamdulillah, WOOIIIII
gw inget password woooiiii,
NGAHAHAHAHAHAHAHA
Smoga bsa post lg. Aamiin
Wassalam
Rabu, 13 April 2011
Pagi Ini
Kalimat yang khas, kalimat yang selalu diucapkan setiap subuh, kalimat yang berusaha membangunkan saya dari karantina tempat tidur dan bantal, kalimat yang berusaha mengeluarkan saya dari comfortzone, Ya kalimat untuk membangunkan saya dan segera sholat subuh.
Tapi sayang beribu sayang, nyawa belum menyerahkan diri ke diri ini. Ya mereka yang salah, bukan saya. Mereka harus didenda!!!! Tapi saya baik, saya murah hati. Saya memberi kompensasi berkumpulnya nyawa. Saya memberi tambahan waktu beberapa menit seraya menunggu nyawa berkumpul di raga ini (baca : baring baring beberapa menit)
Tiba tiba.....
Sebuah dorongan hebat menghantam raga. Ya, ibu tidak akan memberi kompensasi. Karena ini soal Sholat Subuh. Ok saya khilaf. Saya bangkit. Saya Wudhu. Saya Sholat. Alhamdulillah.
Saya nyalakan hape, saya sms seseorang yang berada di jalan sukaria sana. Ya.
Seperti biasanya, saraf autonom (bekerja tanpa instruksi) memerintahkan untuk menyalakan laptop, konek, dan browsing. Ok, saya tak mampu menolak. Saya lakukan.
Dua situs yang pasti selalu sering saya buka adalah Facebook dan Twitter. Inilah bukti pengaruh barat. Bukan saya yang salah, barat yang salah, hhuuuuuu!!!!! Mark Zuckerberg dan Jack Dorsey yang salah!!! Titik, bukan saya.
Cek notif, cek mention, adalah hal yang rutin saya lakukan. Melebihi kerutinan mandi. Ya, it's a fact. Ternyata saya kurang populer. Hanya sedikit yang comment atau ngetweet, sungguh kasihan. Saya menyadari bahwa inti dari situs jejaring sosial adalah adanya hubungan antarpengguna. Hubungan ini ditandai dengan ada nya comment wall atau tweet. Dengan alasan tersebutlah saya mengobrak abrik timeline, comment tak jelas, tweet tak jelas untuk memicu adanya hubungan antarpengguna sebagai indikator berhasilnya situs jejaring sosial (baca : sok kenal sok dekat) *sumpah gile bgt bahasanya.
Setelah puas menjalin hubungan *jaileh, saya lapar. Saya butuh makan. Alhamdulillah makanan tersedia. Syukur.
Makanan nya enak, mantap, maknyus. Alhamdulillah.
Setelah merasa cukup, saatnya kembali ke laptop. Ditemani suara teve dan sekotak susu ultra. Adalah sebuah kebiasaan saya maen laptop sambil dengar teve. Kenapa saya lakukan? Karena saya tidak boleh membuang-buang waktu. Waktu adalah uang. Dan uang adalah salah satu lagunya Wali. Oh itu Yank ya? Maaf-maaf.
Dan tebak apa yang ada di teve? Ya tebakan anda betul, ada gambar dan suara. Hadiah menyusul. Tapi tebak berita apa yang ada di teve. Ya anda salah, yang betul adalah berita seorang oknum yang mendadak boliwud a.k.a jadi penyanyi dangdut keliling. Dia lagi dia lagi. Saya bosan. Memang, media di negeri kita tercinta ini sangat lebay kata anak gaul. Terlalu berlebihan. Mungkin sudah tidak ada sumber berita lain. Mereka kira ini adalah hot news. Tapi sayang, itu sudah jadi cold news. Sangat membosankan *sori curhat.
Sampai saat saya menulis post ini saya masih browsing dan dengar teve. Ya, nanti ada kuliah. Ya, nanti ada CSL. Ya, sekian.
Selasa, 12 April 2011
Diskriminasi Di Dunia Ke-Parkir-an
Ya, saya ikut didalamnya. Tak kurang 1jam kami lalu berdiri berteriak menyuarakan apa yg mau disuarakan. Selama itu pula hukum energi berlaku ditubuh ku. Energi tidak pernah lenyap a.k.a hilang. Energi cuma berubah bentuk. Energi untuk hidup 2 hari telah berubah bentuk menjadi energi panas dan energi keringat *maksa hanya dalam waktu 1 jam.
Ada hak ada kewajiban, ada aksi ada reaksi, ada lapar ada makan.
Tingtong, suara lonceng berkumandang ditelinga. Wah suara apa itu, bukan suara Adzan Maghrib tentunya, karena sudah berlalu 15 menit yg lalu. Datangnya suara tersebut diiringi datangnya sebuah image secara tiba-tiba di otakku. Sekotak pisang goreng kipas dengan lumuran coklat segar serta secercah keju parut melapisi bagian superficial pisang goreng itu. Nyam nyam. Oke tampaknya setelah sholat, saya harus singgah di Pisang Goreng Jampea.
Setelah saya berada di TKP saya secara serta merta memesan yg Special. Pelayang bertanya apakah saya mau menunggu, saya berpikir, saya terhenyuk, saya jawab ya dengan nada pasti.
Ya saya menunggu, menunggu menunggu kedatangan mu kutunggu.
Tapi sebuah kejadian terjadi karena ada yg jadi. Seorang bocah tukang parkir, tampak dimarahi oleh seorang bapak tukang parkir. Lalu seorang pria gondrong hendak membela sang bocah. Apa yang sebenarnya terjadi?????!!!! Aaaahhhhhh *apa sh
Seiring menunggunya saya, pertanyaan terungkap sudah, ternyata :
Sang bocah hendak mengambil uang parkir dari seorang pengendara. Tapi si kakek merasa bahwa daerah pisang goreng tersebut adalah daerahnya, dan itu adalah jam kerjanya. Jadi si bocah tidak boleh mengambil uang parkir. Tapi pria gondrong merasa bahwa sang bapak tua terlalu balala (=maruk). Pria gondrong pun menegur sang bapak tua. Tapi sang bapak tua berdalih bahwa di sebuah Peraturan Perundang-undangan (mantap, tau konstitusi jga) anak kecil dilarang jadi tukang parkir. Debat pun memanas. Pria gondrong mengatakan bahwa, tidak usah kita berbicara bgtu, kita lihat realita, kalau mau berbicara undang-undang, larang dlu sejuta anak diluar sana yang bekerja (realistis).
Padahal dari hasil parkiran tersebut, si anak jga membiayai hidup keluarga yang berjualan di seberang jalan. Sungguh ironis.
Bagaimana ini??? Di satu sisi anak-anak dilarang kerja parkiran karena di bawah umur. Di sisi lain anak tersebut dituntut untuk ikut membiayai keluarga. Bagaimana ini???
Senin, 20 September 2010
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Malem malem gini ga tw kenapa, gw tiba-tiba mengingat kalian, para pembaca ku. Betapa kalian merasa sendiri, duka lara, tanpa kehadiran ku di sini. Hikzzz
Eh no no no... Sekarang ga boleh sedih sedihan, walaupun sinetron cinta yg absurd lagi marak-maraknya. Kenapa ga boleh sedih?? kenapa ga boleh lemas?? kenapa ga boleh alay?? *oke yg ini ga nyambung. Karena eh karena,, HARI KEMENANGAN TELAH TIBA!!!! *parah banget telat nya.
Tapi ad pepatah yang berbunyi, "lebih baik telat, drpada ga sama sekali". Baiklah..
Saya Hafiz Idul Fitranul, mau minta maaf lahir batin, atas segala kesalahan, baik yang disengaja, atau pun yg disengaja ^^v. Sebagai permohonan maaf, nih foto gw ama Ayah gw.
Sabtu, 28 Agustus 2010
Kendaraan Ibukota Berlabuh di Makassarr!!!
Tak mengira???? Tak menyangka??? Gambarr!!!!! Keluarlah, perlihatkan dirimuuu!!!!


Sabtu, 31 Juli 2010
Sinden Girl
Tadi sore, seorang manusia keluar dari kamarnya dengan sesuatu yang berbeda. Sesuatu yg mungkin sudah tak lazim dikenakan pada era retro ini. Dia mengenakan KEBAYA saudara-saudara!!! Hal yg pertama kali terlintas di kepala gw melihat manusia ini adalah OVJ *Opera Van Java.
Kenapa?????
Dia bagaikan Dewi Gita yg nyinden di acara lawan it, Fantastic!!!
Gw pun tak menyia-nyiakan momen yg absurd it, gw foto bareng dengan dia yang tak lain adalah kakak gw @_@



Senin, 26 Juli 2010
Dark Blind
Oke teori udah ada, saat ny mematenkan dengan cara menyebarkan ny mulut ke mulut (jangan ngeres). Tapi pernah suatu waktu, segenap teori teori yg gw jelasin terhempas khalayak karang diterjang ombak.
"Eh, ga tau knapa, kok gw ga bsa melihat jelas ya klo gelap", kata gw ke kakak.
"ya iyalah, nama nya juga gelap!!", jawab kakak gw sambil ketawa ngeledek.
Sempet gw berfikir, betul jga pernytaan kakak gw. Tapi apa yg gw rasakan tak semudah pernyataan kakak gw. Inti nya gw merasa ada yg tdk normal dgn penglihatan dalam keadaan gelap.
Contohny, ketika gw maen laptop saat ayam pagi berkokok. Biasa nya subuh lampu masih dinyalaiin. Tapi berhubung keluarga gw menaati program hemat listrik pemerintah, kalo pagi pasti semua lampu dimatiin *ya iyalah, masa lampu nyala 24 jam --a. Ketika kakak gw yg bertugas jadi sekring manual matiin lampu, gw sontak berteriak histeris kyk Asmirandah yg anak ny diculik ama Edo, karena agak ssh melihat. Gw ga tau knapa gtu, tp itulah yg gw alami.
Oh iya, kejadian yang paling parah dan paling hot yg gw alamin gara-gara dark blind ini terjadi beberapa jam lalu. Pas jam 5 sore, kakak gw ngerengek minta diantar ke Rumah Sakit. Gw jual mahal, gw menolak. Tapi sepertiny, kakak gw tau titik kelemahan gw, titik yg bsa meluluhkan jiwa dan raga gw. Titik it yaitu ditraktir makan. Setelah gw lulud dengan segala bujuk rayu kakak gw, tiba-tiba hape berkokok (emang ayam --a). Ternyta eh ternyta, Ibu gw mnta tolong dijemput di kantor ny yg berlokasi kurang lbh 30Km dr rumah. Tapi itu bukan masalah utamanya. Masalah yg buat gw gusar yaitu lokasi Rumah Sakit yg ingin dituju kakak gw bagaikan kutub selatan dan utara dengan kantor Ibu gw. Hal itu berarti secara mental maupun finansial gw harus menempuh beberapa kilometer secara sia-sia. Kurang lebih jalur perjalanan ny seperti di bawah ini. 
*mohon maaf yg sebesar-besarnya, gambar ny bahkan tdk cocok jadi pembungkus kacang anak TK yg notabene derajat menggambarny sangat rendah.
Sangat jauh saudara saudara. Untuk itu gw berfikir memakai ilmu ekonomi dan ilmu jasmani.
*Tinnggg
Gw dapet sebuah solusi yg mungkin bsa mengurangi kerugian energi dan juga finansial. Solusi it tak lain yaitu Lewat Jalan Tol. Hooreee hooreeee la la la la la la. Hening
Ok lets do it.
*Karena durasi yg dibatasi, kita percepat kejadian sampai pada msuk jalan tol
Ketika mulai memasuki area tol, tiba-tiba hujan mulai tak bersahabat. Hujan ny cukup deras. Seiring dengan hujan deras it, matahari pun mulai tenggelam total yg arti ny masa kegelapan akan dimulai. Oh iya, satu lagi yg memperparah keadaan, kaca mobil berembun tiada tara. Ketika itu, gw mulai sadar, bahwa kelemahan ku akan terkuak ke permukaan, yaitu Buta Gelap. Oh noo!!!
Mungkin pada saat itu, Allah ingin menguji ketabahan ku dengan buta gelap ini. LAMPU JALAN NY JGA MATII!!!! Gila, kalap, stress, groam, aaahhhhh!!!!
Singkat cerita, gw berusaha meminimalisir keadaan suram itu dengan memajukan kepala sampai batas maksimal agar jarak penglihatan lbh mantap. Tapi keadaan buruk jga menjadi jadi. Mulai dari hampir nabrak pembatas jalan, hampir disosor mobil laen, sampai hampir keringat dingin dan membasahi seluruh baju *mmhh, ok, sebenarny ini ga hampir, tp emang terjadi.
Ruuaarrr biasa, setelah it gw ngambil pelajaran hidup, yg berbunyikan, "Janganlah sesekali lewat jalan tol pada malam hari dan dalam keadaan hujan deras sebelum pake deodorant, karena itu akan berakibat fatal pada udara sekitar mobil".
Demikian lah berbagai kejadian suka dan duka dengan Buta Gelap ini *sebenarnya ga ad suka. Jikalau ada pengunjung yg merasakan derita pengalaman yg sama, mohon maaf gw ga bsa bantu, gw sudah cukup menanggung derita sendiri. TQ
Sabtu, 24 Juli 2010
Jeprat Jepret!! Part. 2
Selamat malam para pengunjung blog ku!!!
*krikkkikkk kriikkikk (suara jangkrik)
Wew wew, jadi sepi bgt ini blog. Gw Inul, anak yg sangat pengen d bilang gaul, sangat meminta maaf atas ke-jarang-an gw posting blog. Sumpah sangat sibuk dgn berbagai kegiatan belajar demi menyambut berbagai proses pencarian t4 kuliah.
Sebagai permohonan maaf, gw persembahin foto-foto nan ajaib selama beberapa minggu ini.
Cekidot!!
Ketika sekolompok manusia mengalami disorientasi-situs-pencarian. Dan ketika issue tersebut terus mencuak di Infotainment, mereka pun berusaha mencari nya di katalog buku sebuah Toko Buku. Sungguh Praktis!
Ketika sekolompok sapi merasa terdiskriminasi dengan tidak ada ny jalan raya untuk bangsa mereka. Dengan melakukan aksi pengambil-alihan beberapa meter badan jalan, mereka mengharapkan ada ny kesamaan hak pada setiap makluk hidup.
Ketika seorang manusia memutuskan melibas 4 gelas es teh manis seharga Rp. 500,-. Betul-betul kesegaran yang tak ternilai harganya.
Yeesss, Akhirnya dapat kartu pemilih kepala daerah. Tapi ada dua hal yg paling menyesakkan hati, nama gw d koyak koyak kayak kornet, Hafiz Idul Fitranul d blender jadi Hapis Inul Pitranul. Ironis skali, yg membuat gw berasa pengen makan lombok biji 2kg adalah, keterangan Jenis Kelamin gw yg sangat menyalahi norma-norma hak asasi manusia. Sungguh menyedihkan
BONUSS!!!!
Ketika seorang ninja gadungan merasa kedinginan, dan berusaha mencari sekantong sekuteng serta martabak spesial jamur di tengah malam yg mencekam.. Sori agak narsis.
Senin, 14 Juni 2010
Jeprat Jepret!! Part. 1
Ketika Banjir hujan lebat melanda Makassar tercinta. Banjir pun hanya memihak pada satu sisi jalan saja. Not fair.
Ketika sebuah mobil Bus yg maksa lewat jalan pertigaan kecil sukses membuat macet sepanjang hampir setengah kilometer.
Upaya evakuasi seorang anak yg kabarnya terjatuh dari sebuah jembatan gantung. Lokasi, sungai samping Universitas 45 Makassar.
Ketika gw dapet uang Rp. 500 di dalam bungkusan snack Cup Cup Wow 2 kali berturut-turut. Sangat beruntung
Bonuss!! :
Ketika gw tiba-tiba mendapat panggilan alam, ngambil hp, trus berpose khalayak anak gaul jaman sekarang. Cool.
Jumat, 11 Juni 2010
Ga Jelas
Amazing, padahal gw harus menjaga kesehatan, karena 5 hari mendatang adalah hari penentuan untuk kedua kali ny dalam hidup gw. Hari itu adalah hariii...... eS .. eN.. eM.. Pe.. Te... eN... *diiringi suara terompet tahun baru. Yup SNMPTN.
SNMPTN atau yg biasa orang sebut "Senam Petani" (sumpah ini sebutan ga keren bgt), adalah seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri. Nama ujian ini sudah beberapa kali mengalami perubahan. Contoh ny, SIPENMARU (sekilas nama ini kyk organisasi pembebasan rakyat Indonesia dari penjajahan), UMPTN, dan yg paling terakhir SPMB.
Entah mengapa nama dari ujian yg sangat merisaukan lulusan SMA ini terus diubah-ubah. Mungkin untuk mengikuti trend yg lagi in. Mungkin kalo tahun depan nama ny diganti lg, akan menjadi UASMPTNYSDU (Ujian Atau Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri Yang Sekarang Disebut Universitas). Wow, Nama yg mungkin bakal in di akhir zaman.
Oh iy, tahun ini mmng untuk kedua kali ny gw ikut SNMPTN. Secara garis besar tahun lalu gw lulus di FK Universitas Mulawarman, tetapi karena kehendak orang tua, gw ga jadi ke sana buat kuliah. Mungkin di laen kesempatan gw bakal ceritaiin kronologi kejadian itu.
Maaf entry kali ini asli sangat ga jelas. Namun apa daya sama dengan tegangan kali arus, P = V x I. Wah maaf, memang akhir-akhir ini pelajaran mulai merasuki kehidupan gw. Gw ga bsa konsen buat entry akhir2 ini. Gw ga konsen bukan karena kelaparan karena ga ada duid, bukan jga karena gw buat entry sambil kayang, tetapiiiii karena gamabar di bawah ini !!!!
Sungguh tragis gambar ini, trus mengingatkan detik2 ketegangan....
Oh iya, gw Hafiz Idul Fitranul sangat memohon doa yg ikhlas tanpa sogokan permen Relaxa, untuk kesuksesan dan kelancaran ketika gw SNMPTN ya :D.
Berhubung karena entry ini makin ga jelas, sebaikny gw akhiri saja.
Selamat Malam semua.
Senin, 31 Mei 2010
Marmut Merah Jambu, Akhirnya..
Ehem..
Perjuangan di mulai saat pre order dibuka tgl 17 mei 2010. Dengan penuh napsu yg gak biadap, gw nungguin tata cara pre order nya diberitahu lewat web nya bang Dika. Namun apa daya... Seiring dengan dibuka nya pre order, Web nya Overload. "mmmhh, mungkin persentase pembaca buku komedi nonfiksi Indonesia mulai meningkat", pikir ku berhipotesa.
Oh iy sebelum ny, sya lupa mengutarakan maksud dan tujuan pre order. Yang pertama buat dapetin Kaos ny. Desain ny unik, lucu, + ada gambar bang DIka di depan baju ny. Yang kedua pengen dapetin tanda tangan Bang DIka. Gw mau liat apakah tanda tangan ny punya estetika apa ga.
Wah seiring berjalan ny waktu, Web nya bang DIka pun masih Overload. Web Kutubuku yg notabene adalah t4 mesan buku ny jga pre order. Dengan segala daya upaya akhirnya dapat cara laen pre order nya, yaitu lewat Email.
Tapi entah mengapa, gw tiba2 satuiin pesanan ama Amril. Untuk menerapkan ilmu ekonomi yg didapat pas SMP mungkin. Dengan disatukannya pesanan, mudah-mudahan akan mengurangi biaya kirim -_-. Setelah itu kami akhirnya menyadari bahwa target pre order yg pertama gagal. Baru aja 45 menit pre order dibuka, dah ada 100 orang yg udah transfer duid ny. Ok, next target aja, tanda tangan.
Beberapa hari setelah pemesanan, kami pun melakukan setoran tunai di Bank Mandiri, sesuai instruksi Kutubuku. Sempat mengalami kendala, karena sebelum nya ga pnah melakukan setoran tunai. Tapi hasrat yg membara ini tak terelakkan. Segala cara kami lakukan. Dan alhasil, "Ok pak, transaksi telah berhasil", kata mbak-mbak di Bank Mandiri.
Langkah terakhir yaitu, menunggu buku nya datang. Tapi kesabaran kami kembali di uji. Buku nya datang telat 2 hari. Kami makin gusar ketika melihat segala tweet yg isinya "wah bang @radityadika , buku nya keren amat, good" ato ga kyk gini "wah sumpah #marmutmerahjambu lucu bgt, rugi ga baca". Ggggrrrr... Sampai-sampai Amril melakukan flood di timeline twitter -_-.
Tapi kesabaran kami berbuah manis. Akhirnya tepat hari Minggu, 30 Mei 2010, pukul 20.14 WITA, buku nya datang dan dibawa oleh mas2 JNE yg ternyta lg kesasar. Tq mas., usaha mu menggapai rumah ku takkan sia-sia.
Kamis, 08 April 2010
Plin Plan !!!
Kamis adalah hari war pada Aion IDGS, sebuah game online PvP (player vs player). Dan kebetulan hari ini adalah hari Senin, eh Kamis. Saya sebagai ksatria dalam game tersebut tentunya ga ingin ketinggalan event yg mahadahsyat tersebut. Biasanya gw maen di rumah, akan tetapi facebook menghabiskan quota internet gw, dan alhasil maen game jadi lag a.k.a lalot. Sebagai manusia yang telah di karunai pikiran serta perasaan (ce ileh) gw pun bersemedi d atas kasur sambil ngadem AC (baca : tidur).
Persemedian gw berakhir tepat pukul 20.19. Hasil persemedian yang memakan cukup energi itu adalah GAME CENTRE. Hasil yang luar biasa untuk persemedian yang luar biasa juga. Game Centre yang punya Aion IDGS, setau gw cuma ada di net Suzaku, kurang lebih 5km dari rumah.
Gw pun bergegas bangkit dari persemedian tsb dengan nyawa yang masih belum kekumpul lalu berbenah. Jupiter MX yang speedmeter dan bensinmeter (maksa) eror pun menjadi kendaraan gw. Baru beberapa menit perjalanan gw tiba2 punya bad feeling dengan motor itu. Jalannya tersendak sendak kayak nenek nenek lg jalan. Feeling buruk gw pun terbukti. Tiba-tiba mesin motor mati disertai lampu motor yang kedap kedip. "o em ji!!!! (OMG)" teriak gw di samping jalan sambil megang motor. Beberapa orang menatap, tapi gw cuek. Tidak ada keadaan lbh buruk dibanding seorang lelaki megang motor mogok di samping jalan tanpa bawa laptop (ngapain jga bawa laptop ~~). "Spiritt !!!" kata gw dengan mimik seperti Ari Wibowo yg lagi manjat tebing pada iklan fatigon spirit.
Gw dengan tabahnya menyusuri jalan yang tak tentu arah itu. Dalam hati gw berharap ada keajaiban menghampiri lelaki seperti gw dan saat seperti ini.
Tiba-tiba.....
Sesosok makhluk hitam berbaju hitam dengan skuter matic yang menawan menghampiri dr belakang. Gw berperasangka buruk dengan sosok tersebut. Jangan-jangan dia akan merampok motor tak berbensin itu. Tapi bgmana dia mengangkutnya?? sepertinya tidak. Jangan-jangan dia akan merampok pakaian gw. Tapi ga mungkin dia mengambil resiko bakal d gebuk rame2 masyarakat karena menelanjangi seorang bocah di samping jalan.
Tapi berbagai perasangka buruk yang tak msuk akal pun tertepiskan dengan tingkahnya. Setelah skutermatic nya di dekat kan dengan motor gw, dengan wajah yang di-imut-imutkan beliau bertanya, "kehabisan bensin ya?". "iya...." jawab ku dengan muka memelas sambil berharap lelaki itu bisa mengeluarkan selang dr tangannya yg dapat mengeluarkan bensin. "yuk sya angkut motornya ke t4 jual bensin", katanya dengan tubuh yang tiba2 bersinar dan mengepakkan sayap. Alhamdulillah. Kaki kanan sang lelaki di luruskan ke motor gw sambil mengendarai skuter matic nya, dan alhasil motor yang lg tak berdaya itu pun bergerak.
Setelah tiba di depan depot penjual bensin, dia berkata sambil menunjuk depotnya "itu dek penjual bensin, selamat menikmati" (nah lo --a). Sebelum gw sempet menghaturkan terima kasih, dengan stay cool dia memacu skuter matic nya bagaikan menunggangi kuda. Gw dengan sigap mengisi motor tangguh itu dengan sebotol bensin kaya nutrisi, dan lalu melanjutkan perjalanan.
Sebelum memijakkan kaki di Suzaku gw menguatkan segenap jiwa dan raga. Gw ga mau terlihat beda di dalem net. Gw harus kayak bunglon yg bisa ngerubah warna badan seperti lingkungan. Eh, tapi gw ga mau kulit gw jadi warna putih tembok. Ok gw harus jadi diri sendiri, kata rang bule be your self. Dengan wajah yang agak disamar-samar kan gw masuk ke net sembari mnyimpan helm di meja. Masih dengan orientasi awal, gw celigukan nyari orang yg lg maen Aion IDGS. Namun apa yang terjadi. Orang-orang hanya bermain DotA, Pointblank, dan CrossFire. Ada apa ini????
Gw berusaha mencari titik terang dr masalah ini. Tiba-tiba gw teringat akan sabda kakak gw yang telah diberitahu sebelumnya oleh temannya tentang keberadaan Aion di suzaku (rancu bgt, tp gpp). "itu aion nya ada di kompi ruangan dalem", kata kakak gw dlu. Ruangan suzaku itu terbagi dua, bagian luar, kompi khalayak game centre seperti biasa, bagian dalem pake bilik bilik.
Namun, kesialan kembali menimpaku. Gw secara tidak sengaja membaca sebuah kertas berisi tulisan di dinding. "Komputer ruangan dalam hanya bisa dipakai oleh member". Berhubung dengan itu, gw baca lg di kertas yang terpisah, "Biaya registrasi member Rp500.ooo bla bla bla.". Ok itu cukup untuk memupuskan niat gw war di game centre. Gw dengan gestur tubuh seorang penyamun berjalan keluar dr net, bergegas pulang, mampir beli sekotak pisang goreng + coca cola, dan maen Aion di laptop dengan ke-lag-an tiada tara.
Minggu, 28 Maret 2010
Go Bom Kart!!
Tadi pagi, gw bangun dengan badan yg agak aneh. Badan yg serasa bukan milikku. Badan yg seharusnya ga gw miliki mengingat gw seorang atlet panjat pinang. Badan gw pegal dan sakit. Sepertinya kemaren gw melakukan hal-hal yang tak biasa. Mungkin gara-gara gw minum susu pada malam hari.., mmhhh bukan. Mungkin gara-gara gw makan karena lapar... mmhh bukan juga. "Tingg.." tiba-tiba ada lampu neon nyala di atas kepala gw. Penyebab nya adalah ekspedisi yang super duper keren bersama teman-teman sepermainan kemaren sore. Widiw... ekspedisi yang memacu hormon adrenalin untuk mempercepat detak jantung, menaikkan tekanan darah serta mempercepat perubahan glikogen menjadi glukosa pada hati. Wow Fantastis, Bombastis, Amazing.
Hening.
Sekedar buat melatih ingatan, gw coba buat review ekspedisi kemaren. Cekidot.
Sore kemaren, Arya (temen gw) sms klo bentar lg temen-temen asrama mau jalan. "Ok, gw musti tampil keren, ini kan lg satnite", kata ku dalam hati. Beberapa menit berlalu, gw udah selesai berbenah demi mengarungi dunia remaja pada sore itu. Jadilah gw dgn kaos oblong, celana kain coklat, sandal outdoor, serta rambut acak-acakan, betapa kerennya gw pada saat itu (hueeekkk ampe keluar darah).
Beberapa saat kemudian, Arya dengan gaya yg juga keren telah tiba di rumah gw sehat walafiat. Gw ma Arya bakal berangkat bareng ke TKP yg bernama GTC buat maen go-kart. Perasaan gw waktu itu sangat menggebu-gebu. Karena saat itu adalah kali pertama atau yg lazim disebut perdana gw maen go-kart. Setelah mendengar tips n' trick main go-kart dari kakak gw akhirnya kami berangkat dengan mantap.
Teryata temen-temen yang laen udah stand by di TKP. Agar tak dihakimi orang-orang barbara seperti mereka, gw dengan kecepatan tamiya bergegas ke lokasi. Akhirnya kami sampai dan disambut hangat oleh orang-orang barbara tsb. Kami sempet salam-salaman, peluk-pelukan, tinju-tinjuan, tembak-tembakan, sampai bunuh-bunuhan (maklum, mantan preman pasar). Oh iya, spya lbh akrab, nama temen-temen gw yakni : Arya, Atong, Arafah, Accink, Fahrul, Ikram, dan Opik. Karena menyadari waktu adalah uang, kami segera beli tiket gokart nya dan menyerahkan kepada pihak yang berwajib.
Setelah melakukan perdebatan yang tinggi, 3 orang pertama yang bakal main yaitu, Gw, Arya, Fahrul. Pada saat itu gw sempet nervous, soalnya gw pertama kali main kok gw yang pertama. Tapi sepertinya temen-temen gw melihat potensi sport pada diri gw. Ok, lets do it. Pertama-tama pakai alat pengaman nya (jangan berfikir jorok ae), yaitu Helm, Jaket balapnya. Lalu diberi les singkat selama 15 detik tata cara maen gokart nya. Setelah merasa semua sudah mantap, sang pengawas arena mengibarkan bendera tanda dimulai nya race.
Beuhhh, si Arya dan Fahrul sepertinya mantan juara F1 junior antar desa. Mereka melaju khalayaknya Michael Schumacer yang lagi kebelet pipis. Sementara gw, seperti bocah yang lagi naek sepeda roda tiga. "Ga pp kan baru pertama kali", benak gw. Betul-betul mesin rumput beroda empat a.k.a gokart itu susah dikontrol. Getarnya luar biasa, + setir yang kayak 10 tahun ga dikasi pelumas. Dan lagi gas nya yang aneh-aneh, gw rasanya udah tarik kaki dari gas masih kencang aja itu gokart. "kayak nya gara-gara sandal outdoor yang tebal ini", pikir ku coba menganalisa keadaan. Alhasil pada race pertama itu, arya + fahrul 2 kali menyalip gw sambil cengar cengir.
Race kedua yang pesertanya Atong Arafah + opik asli konyol. Ada opik lah yang kata Arya seperti pemotong rumput. Jalannya lambat, si opik sepertinya main aman. Ada Atong yang agak lambat jga tapi hobi nabrak-nabrak. Sampai-sampai dia menabrak Arafah ke sisi arena sampe gokart na stuck gara-gara terobsesi game "Road Race" PS1. Dan lagi ada arafah yang maen gokart kayak nutup mata. Dia selalu lewat pitstop sampai-sampai hampir nabrak pengawas arena yang ga bersalah.
Tapi emang race ketiga yang terkocak. Race tersebut dihuni ama Accink, Ikram, dan Arya yang masih penasaran. Cuma si Ikram yang ga mencolok balapannya. Si Accink maen nya gila banget. Si Accink sepertinya ada dendam ama ban-ban yang tersusun sebagai batas arena balap. Hobi banget nabrak ban nya. Sampai-sampai dengan anarki dia nabrak ban ampe tembus ke jalur laennya. Semoga ban-ban yang udah ditabrak secara mengenaskan diterima di sisi-Nya, Amiin. Nah si Arya laen lagi maennya. Kalau di race pertama dia kea Michael Schumacer yang lagi kebelet pipis, race ketiga ini dia sepertinya udah kebelet eeq. Kencang tenan maennya.
Untuk merecover harga diri gw pada race pertama, gw berinisiatif pengen maen sekali lagi. Gw sebagai titisan Ananda Mikola pengen buktiin kepada dunia bahwa gw mampu, YEahhhh!!!.
Fahrul dan Arafah pun mendampingi gw di race keempat ini dengan penuh rasa haru. Keajaiban pun terjadi. Gw tiba-tiba dirasuki roh leluhur yg jago maen gokart, khalayak Aang yg dirasuki oleh Avatar Roku dalam sinetron Avatar. Gw dengan sigap melewati tikungan-tikungan tajam bagai halilintar. Namun bukan cuma gw yang sepertinya dirasuki roh. Fahrul juga dirasuki roh, tapi roh kucing garong. Alhasil terjadilah adegan salip menyalip antara gw ama Fahrul. Adegan yang biasa kita lihat di Formula 1 a.k.a F1. Nice Race. Cool.
Karena merasa hasrat belum terpuaskan hanya dengan maen gokart, kami lalu memutuskan akan bermain BomBomKart di mall yang berbeda. Kurang lebih 45 perjalanan ke TKP, akhirnya tiba sehat walafiat. Karena jumlah kami banyak seperti kawanan domba di tengah gurun, kembali dipisah 2 round. Round pertama dihuni oleh Atong, Opik, Ikram, Accink. Namun yang menarik perhatian dari round ini bukanlah dari mereka berempat. Tapi aksi dari penjaga BomBomKart nya. Dia dengan muka distay-cool kan, menjalan kan BomBomKartnya dengan lihai. "wajarlah lu jago, tiap hari kerja lu latihan",kata gw dengan kesal melihat ke-jago-annya (nah lo). Merasa aksi nya tersaingi oleh penjaga BBK (BomBomKart, sori capek gw ngetik berulang-ulang -_-), Atong dengan bringas mengejar si penjaga, dan menabrak nya terus menerus. Nice Atong, gw dukung d~.~b.
Setelah beberapa menit melihat kelihaian sang penjaga BBK, round 2 pun dimulai. Ini adalah round penuh darah dan tangisan. Tabrak menabrak disertai suara ngakak yang khas mengisi Round 2 ini. Sepertinya kami berempat memang berniat membunuh satu sama lain. Tapi alhamdulillah ga sampai ada yang mati, cuma kaki bengkak2 karena terbentur.
Kalori pun hampir habis dikarenakan permainan yang hampir merenggut nyawa kami. Tapi kami masih bisa berfikir sehat. Solusi untuk itu adalah MAKAN.. solusi terbaik (anak bayi juga tau itu ~~). Setelah memenuhi panggilan Allah beberapa menit, kami bergegas mengisi perut di "warung" berjudul D'cost. Dengan sporadis kami melahap sajian-sajian yang dihidangkan.
Alhamdulillah. Tugas suci itu telah dilaksanakan. Sebagai ending dari ekspedisi itu kami memilih ke Amazon, zona bermain gtu. Kembali kalori kami terpakai disana. Bukan karena push up 100x disana (ngapain juga push-up --a), tapi karena terlalu menganggap real permainan + ngakak. Contoh, permainan tembak-tembak gtu, karena anggap real, kami dengan mulut berbusa mengeluarkan bunyi "trrreet treett treet" khalayaknya suara tembakan. Apa coba, kekanan-kanan, cih (padahal gw jga gtu T_T).
"Ok gw rasa udah cukup hari ini" ujar seseorang ditengah keramaian. Kami pun mengakhiri ekspedisi mengerikan itu dengan jalan terpisah. Hikz, So sad. Kami pulang ke tempat masing-masing dengan penuh senyum, bukan hanya karena ekspedisi yang luar biasa pada hari itu, tapi juga karena dompet ga jebol amat dalam. Alhamulillah.
Satu kesalahan fatal yang gw lakukan selama ekspedisi itu adalah ga mendokumentasi nya. Maaf teman-teman, anekdot ini ga disertai foto nya. Harap Maklum. Tq
Kamis, 25 Maret 2010
Bermain Di tengah Angkara Goliath
Mmhhh, mungkin judul entry ini agak hiperbola atau anak gaul biasa katakan "lebay mu deh". Tapi gw pun ga bisa bertindak apa-apa dengan judul di atas. Judul di atas tiba-tiba terlintas di benak ku secara spontan, seperti halnya teori gerak brown (teori apa iniii???).
Ok, di samping judul yang agak "lebay" di atas, sebenarnya saya pun tak mengerti betul maksud dari "Angkara Goliath". Tapi, feeling gw maksud dari 2 kata itu adalah, sebuah kemelut a.k.a problematika hidup yang terus bersemayang di dunia yang fana ini (ga nyambung).
Huft.
Jadi kali ini gw akan beranekdot sedikid mengenai ulah gw sewaktu proses belajar mengajar di sekolah berlangsung. Ulah tersebut tiada lain tiada bukan adalah Ulah Sanca. Eh itu ular ya, sori sori.
Hening.
Ulah gw yaitu bermain game online di saat proses belajar mengajar berlangsung. Wow kk wow. Kalau game offline mungkin gw ga akan seheboh ini. Apa coba hebohnya main solitaire, atau mines pas belajar Matematika. Ga seru kan?? Yang heboh itu kalau main solitaire pas lagi push-up pada pelajaran Penjaskes ~~.
Kisah ini berawal ketika penyelenggara kelas gw berinisiatif memasang Hotspot a.k.a Wi-fi di kelas gw. "Wah asyik nih, ntar gw bisa eksis di dunia maya bareng luna maya", terlintas di benak gw. Pendek cerita Hardware tersebut telah terpasang di dinding kelas gw. Pendek cerita pula gw tiba-tiba eksis di dunia maya dengan beberapa situs jejaring ikan, eh sosial.
Nah, karena gw orang nya cepet bosan akan sesuatu yang itu-itu aja, gw pun berpikir keras. Berpikir keras mencari hal-hal yg bisa dilakukan dengan memanfaatkan internet gratis ini (maklum, gw hijrah dari kampung). Pada saat perenungan yang memakan waktu bermenit-menit itu, tiba-tiba Dimas (temen gw, orang nya dlu botak), membuka laptop nya. Dan kalian tahu program apa yang ada di laptop nya teman2??? Kalian tahu?? Yup, Notepad dan Microsoft Word ~~. Tapi di dalam hardisk nya yang paling dalam, terdapat program Gunbound, (salah satu program game online). Nah, dengan ide cemerlang, gw dengan agak memaksa meminjam laptop nya si Dimas. Dengan napsu berderu-deru, gw sambungin internet via Wi-fi td dan langsng Run Gunbound tersebut. Bagaikan seorang pengembara yang menemukan oasis di tengah gurun sahara, gw secara binal main itu game sampai lupa kalau gw minjem laptop T___T.
"Ok, gw harus dapat laptop dalam beberapa hari ini, Bagaimana pun caranya. HARUSS", pikir gw dengan semangat empat lima. Dan laptop kakak pun menjadi korban kebrutalan gw. Alhasil, gw tiap hari semangat ke sekolah, tidak untuk belajar, tapi main Gunbound. Pelajar yang patut dirajam. Ck ck ck.
Tapi.
Rutinitas gw itu ga selalu berjalan mulus. Kadang ada aral melintang yang siap menghadang napsu biadap itu. Contohnya ketika jam pelajaran biologi. Gw waktu itu memakai teknik Main-Gunbound-kalau-ada-guru-langsng-alt+tab-ke-presentasi-Biologi. Na'as nya ketika itu gw ga se-Stay cool biasanya. Gw main cengar cengir di bantu Dimas dan Ciwon (temen gw) yang lagi gebuk-gebuk meja pakai martil. Guru biologi ini yang namanya tak disebutkan, merasa curiga akan gelagat gw yang aneh. Beliau pun dengan perlahan tapi pasti mendekati gw bersama temen yang setia ini. Dengan sigap gw melakukan teknik tadi. Tak sampai 2 detik, Presentasi Biologi berjudul "Evolusi" pun terpampang di monitor laptop dengan gagah nya.
Tapi, guru gw ini sepertinya telah biasa menangani orang-orang seperti kami. Beliau dengan rasa ingin tahu yg mengebu-gebu, mengambil alih mouse. "Wew,, ballasi mka, bisa-bisa gw ditikam ma guru ini kalau ketahuan", pikir gw dengan gemetar. Beliau lalu mengarahkan pointer ke barisan program yang lagi jalan di taskbar.
Namun keajaiban dunia ke-98 terjadi. Sepertinya dewi fortuna menghampiri kami. Beliau malah membuka Keyboard-virtual yang lg gw pake karena keyboard gw rusak. Alhamdulillahhh !!! ternyta Allah memang maha pengampun. Guru gw pun meminta penjelasan program itu. Gw dengan gaya seperti SPG sabun kecantikan menjelaskan dengan detail beserta sebab-akibat gw make itu. Pada akhirnya kami selamat dari kejadian yang menegangkan urat saraf tersebut. Yeah!!!..
Beberapa hari setelah kejadian itu, ulah sesat gw itu malah stuck. Masalah nya bukan karena guru gw tadi sebenarnya tau gw lagi main game, dan memilih mutusin koneksi internet di kelas gw. Bukan juga karena sekolah gw ga mampu bayar tagihan koneksi internet itu. Masalah nya simple, Antek (temen kelas gw, lagi) secara sporadis mendownload game online baru yang size na bergiga-giga, yang secara langsng menghabiskan quota internet kelas gw. So sad.. kata orang bule.
Seperti nya ada pelajaran yang bisa di ambil dari kejadian tersebut. Lain kali gw musti buka Presentasi biologi yang materi nya dari kelas 1 sampe kelas 3 SMA. Supya guru gw bilang, "wah kamu hebat nak, saya lagi ngajar kimia, kamu buka presentasi biologi, teruskan nak... DILUAR KELAS!!"
Hebat.
Rabu, 24 Maret 2010
Alat Musik Nge"lip-sync"
Sore ini, bahkan semenjak tadi pagi, saya menyimak program musik di salah satu stasiun TV Nasional. Sebagai pecinta musik dan (tidak) tahu bermain musik, saya senantiasa menghabiskan segenap kalori tubuh gw d depan TV. Saya bahkan melakukan semua aktivitas sehari-hari gw di depan TV. Contoh : belajar (lbh tepat dikatakan, memegang buku dan dikibasin ke badan karena panas), makan, minum, bernapas, bahkan berkedip.
Namun...
Selama saya menyaksikan program musik tersebut, ada sesuatu yang unik dan membedakan nya dengan konser musik seperti biasa. Apakah itu??? Bukan.. bukan "penari" di belakang Band/penyanyi yang melakukan gerakan agak aneh secara serentak. Tapi Lipsing a.k.a Lip sync (gak tau apa bedanya). Lipsing a.k.a Lip sync adalah sebuah teknik performance dengan menggerakkan bibir diiringi dengan suara-suara.
Sepertinya teknik tersebut sudah lazim kita liat di program-program musik di TV. Tapi teknik tersebut sepertinya telah menciptakan image buruk kepada orang-orang yang (tidak) tahu mengenai the real performance of music concert (bener ga sih kalimat nya??) seperti gw dan kakak gw. Contoh pas gw lg nonton program musik yang artisnya lg lipsing.
"tikk tikk". bunyi TV yang sedang diganti chanel nya oleh Q kakak gw.
"Beuhhh jangan di ganti ma men, bagus lagunya..". kata gw dgn gaya rapper The Law.
"Ah jelek, lipsing, mending kw download mp3 nya". Katanya yang lg nonton Metro Hari Ini.
(maaf jangan ditiru ucapan kakak gw, dia sepertinya gak mendukung slogan "Stop Piracy". Kita harus membeli yang original kawan, MERDEKA, he he he).
Bukannya itu akan menurunkan pamor dari artis tersebut??? Knapa?? Knapa???
Sori... lanjut.
Tapi ada inovasi baru dalam ber"lip sync" akhir-akhir ini. Inovasi ini biasa dilakukan oleh band atau penyanyi yang pengiring nya juga mau masuk TV. Yup, dengan tetap membunyikan Lagunya, tapi si vokalis ikut bernyanyi. Nah, jadilah sebuah pertunjukan pemain-musik-yang-mencak2-dengan-gaya-yang-dikeren-kerenkan.
Komentar gw tentang hal ini :
1. Gw kasian ama vokalis. Vokalis telah mengeluarkan suara se merdu mungkin dengan gestur yang mantap pula. Tapi pemain musik cuma mencak-mencak berusaha tampil se"jago" mungkin, padahal alat musik na ga menghasilkan suara.
2. Nyambung dengan komen d atas, gw masih kasihan ama vokalis jikalau gaji dari aksi bombastis mereka di bagi rata. Titik.
3. Gw agak ga enak jga kalau liat pemain musik yang aksi nya super keren (dan bahkan dilebih-lebihkan) tapi output dari aksinya itu ga ada. Ada yang sampe menyilangkan gitar ama gitaris lain lah, ada drummer yang maen drum sambil loncat-loncat lah. Cool.
Tapi kembali lagi dari diri gw. Gw yang cuma beli TV, beli antena, trus nonton gratis di rumah sambil tiduran ga bisa menyuruh artis melakukan apa yang gw inginkan. Kalau gw raja mungkin bisa (backsound : andaikan ku jadi raja by /rif). Jadi pasrah lah melihat aksi-aksi tersebut tiap hari di layar TV kalian.









