Sore ini, bahkan semenjak tadi pagi, saya menyimak program musik di salah satu stasiun TV Nasional. Sebagai pecinta musik dan (tidak) tahu bermain musik, saya senantiasa menghabiskan segenap kalori tubuh gw d depan TV. Saya bahkan melakukan semua aktivitas sehari-hari gw di depan TV. Contoh : belajar (lbh tepat dikatakan, memegang buku dan dikibasin ke badan karena panas), makan, minum, bernapas, bahkan berkedip.
Namun...
Selama saya menyaksikan program musik tersebut, ada sesuatu yang unik dan membedakan nya dengan konser musik seperti biasa. Apakah itu??? Bukan.. bukan "penari" di belakang Band/penyanyi yang melakukan gerakan agak aneh secara serentak. Tapi Lipsing a.k.a Lip sync (gak tau apa bedanya). Lipsing a.k.a Lip sync adalah sebuah teknik performance dengan menggerakkan bibir diiringi dengan suara-suara.
Sepertinya teknik tersebut sudah lazim kita liat di program-program musik di TV. Tapi teknik tersebut sepertinya telah menciptakan image buruk kepada orang-orang yang (tidak) tahu mengenai the real performance of music concert (bener ga sih kalimat nya??) seperti gw dan kakak gw. Contoh pas gw lg nonton program musik yang artisnya lg lipsing.
"tikk tikk". bunyi TV yang sedang diganti chanel nya oleh Q kakak gw.
"Beuhhh jangan di ganti ma men, bagus lagunya..". kata gw dgn gaya rapper The Law.
"Ah jelek, lipsing, mending kw download mp3 nya". Katanya yang lg nonton Metro Hari Ini.
(maaf jangan ditiru ucapan kakak gw, dia sepertinya gak mendukung slogan "Stop Piracy". Kita harus membeli yang original kawan, MERDEKA, he he he).
Bukannya itu akan menurunkan pamor dari artis tersebut??? Knapa?? Knapa???
Sori... lanjut.
Tapi ada inovasi baru dalam ber"lip sync" akhir-akhir ini. Inovasi ini biasa dilakukan oleh band atau penyanyi yang pengiring nya juga mau masuk TV. Yup, dengan tetap membunyikan Lagunya, tapi si vokalis ikut bernyanyi. Nah, jadilah sebuah pertunjukan pemain-musik-yang-mencak2-dengan-gaya-yang-dikeren-kerenkan.
Komentar gw tentang hal ini :
1. Gw kasian ama vokalis. Vokalis telah mengeluarkan suara se merdu mungkin dengan gestur yang mantap pula. Tapi pemain musik cuma mencak-mencak berusaha tampil se"jago" mungkin, padahal alat musik na ga menghasilkan suara.
2. Nyambung dengan komen d atas, gw masih kasihan ama vokalis jikalau gaji dari aksi bombastis mereka di bagi rata. Titik.
3. Gw agak ga enak jga kalau liat pemain musik yang aksi nya super keren (dan bahkan dilebih-lebihkan) tapi output dari aksinya itu ga ada. Ada yang sampe menyilangkan gitar ama gitaris lain lah, ada drummer yang maen drum sambil loncat-loncat lah. Cool.
Tapi kembali lagi dari diri gw. Gw yang cuma beli TV, beli antena, trus nonton gratis di rumah sambil tiduran ga bisa menyuruh artis melakukan apa yang gw inginkan. Kalau gw raja mungkin bisa (backsound : andaikan ku jadi raja by /rif). Jadi pasrah lah melihat aksi-aksi tersebut tiap hari di layar TV kalian.
0 komentar:
Posting Komentar